Sebelum jauh membaca, saya infokan kepada pembaca kalau tulisan di blog ini saya buat berdasarkan pengalaman dan hasil bacaan buku. Jika ada hal yang dirasa kurang pas dan menyimpang, mungkin bisa di infokan lewat kolom komentar di setiap akhir postingan agar nantinya bisa di perbaiki oleh penulis, SuksmaCSinema

Cara Belajar Fotografi

Belajar FotografiCara Belajar Fotografi – Semua orang bisa mempelajari fotografi, tua muda, laki-laki perempun, baik dengan menggunakan kamera DSLR profesional hingga kamera smartphone pun anda bisa mempelajari dan menghasilkan karya fotografi. Jika dikelompokkan secara umum, ada 3 cara untuk belajar fotografi. Mulai dari cara formal atau pendidikan, cara informal atau otodidak, atau campuran dari keduanya cara diatas.

Formal

Jika secara formal, anda bisa mempelajari fotografi lewat pendidikan kejuruan (SMK) dan juga kuliah yang memiliki jurusan fotografi. Cara ini akan sangat efektif karena anda memiliki seorang mentor (guru/dosen) yang selalu mengawasi dan memberikan masukan terhadap karya-karya fotografi yang dihasilkan. Selain itu, anda akan dituntut disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas fotografi yang diberikan oleh mentor anda tersebut.

Anda akan diajarkan tentang dasar (segitiga fotografi), konsep dan sejarah fotografi yang mungkin tidak didapatkan dengan cara informal. Hal ini menjadikan karya-karya anda tidak hanya bagus atau enak dipandang, namun bisa komunikatif dan menampilkan sebuah pesan kepada penikmatnya. Itulah yang menjadi pembeda anda yang berada di jalur formal dengan orang-orang yang belajar secara informal

Sayangnya, cara ini memerlukan biaya yang cukup besar dan membuat anda terikat dengan waktu belajar di kelas. Anda pun harus mempelajar hal-hal atau jenis fotografi yang mungkin tidak anda suka.

Informal

Cara ini memang tidak memerlukan biaya yang cukup banyak dan juga waktu belajar yang sangat fleksibel. Anda hanya membutuhkan peralatan kamera dan juga waktu yang cukup untuk melatih kemampuan fotografi, membaca banyak buku dan juga artikel yang berhubungan dengan fotografi di internet, tanpa adanya paksaan untuk datang ke kelas dan mengerjakan tugas-tugas seperti pada cara formal diatas.

Namun, kelemahan jalur ini ada pada kurang adanya orang yang bisa mendorong anda menghasilkan karya fotografi yang “lebih”. Seperti mentor yang akan meminta hal yang lebih terhadap karya anda, walaupun anda merasa karya tersebut sudah sangat bagus. Bisa juga saat anda mengalami kendala namun tidak memiliki seorang mentor, hal ini akan membuat kendala anda tidak terjawab dan terselesaikan.

Campuran

Menggabungkan cara belajar ototdidak dibantu dengan adanya seorang mentor yang mengarahkan karya anda. Cara ini bisa anda lakukan dengan mengikuti workshop atau pelatihan tentang fotografi yang dalam acaranya terdapat sesi hunting bareng. Perlu diperhatikan juga bahwa pembicara dalam workshop tersebut haruslah yang berkompeten atau yang memiliki hasil karya yang diakui. Sangat dianjurkan sebelum melakukan registrasi workshop anda meneliti siapa dan apa yang sudah dicapai oleh pembiacara dalam workshop tersebut.

Dalam mengikuti workshop, hal terpentingnya adalah anda mendapatkan sertifikat sebagai bukti anda telah selesai mengikuti workshop tersebut.

Lalu, jalur manakah yang paling baik anda pilih?

Itu kembali kepada kemampuan dan waktu yang anda miliki untuk belajar tentang fotografi, jika anda memiliki banyak waktu dan cukup biaya, maka anda bisa memilih jalur formal. Namun jika anda terikat dengan waktu kerja maka anda bisa memilih belajar dengan jalur informal atau dengan mengikuti workshop tentang fotografi ditambah sesi hunting bareng.

I Wayan Widharma

Filmmaker, Photographer dan Part-time Blogger di Bali. Menjadi fotografer tetap di Jengah Media Production dan Blogger di CSinema.com. Beberapa portofolio saya dapat dilihat di blog atau media sosial saya ini: Profil saya | Facebook | Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *