Sebelum jauh membaca, saya infokan kepada pembaca kalau tulisan di blog ini saya buat berdasarkan pengalaman dan hasil bacaan buku. Jika ada hal yang dirasa kurang pas dan menyimpang, mungkin bisa di infokan lewat kolom komentar di setiap akhir postingan agar nantinya bisa di perbaiki oleh penulis, SuksmaCSinema

Berpikir Seperti Seorang Sutradara

Kursi SutradaraBerpikir Seperti Seorang Sutradara – Pekerjaan seorang sutradara adalah mengkomunikasikan film yang mereka buat kepada penonton.

Hal tersebut meliputi bagaimana cara penonton melihat film dan apakah itu akan membuatnya menjadi pengalaman yang baik bagi penonton atau tidak.

Menghibur atau tidak sama sekali

Apakah ada diantara anda yang mau menghabiskan waktu untuk menyaksikan film yang membosankan dan tanpa pesan?

Pengalaman anda sama dengan pengalaman orang lain, menyaksikan film atau pun video itu adalah sebuah pengalaman transaksional yang mana jika film yang anda saksikan tersebut tidak seperti harapan, maka anda akan seperti dikhianati.

Secara tidak langsung, penonton membuat sebuah pernyataan transaksi yang berbunyi:

Saya sebagai penonton akan meluangkan waktu untuk menyaksikan tayangan (film, video, pertunjukan, dll) yang akan memberikan pengalaman baru atau menyenangkan dan saya akan mebayar untuk hal itu. Tetapi jika tayangan tersebut membosankan, maka saya akan pergi. 1

Transaksi diatas disebut dengan “hiburan”. Seseorang membayar dengan waktu ataupun uang untuk sesuatu yang bisa menghibur. Tidak ada hiburan, tidak ada penonton. Hal ini mutlak entah anda suka atau tidak. (Terkecuali sang sutradara menampilkan idealismenya dan tidak mementingkan ada orang yang menonton atau tidak)

Mungkin anda bisa memaksa orang untuk menonton film anda, namun jika film itu membosankan maka anda akan dibenci oleh orang-orang yang anda paksa tersebut. Walaupun anda mengikat mereka di kursi, tetapi perhatian mereka tetap akan mengembara, ada yang melihat smartphone, melamun dll.

Anda tidak bisa memaksa, bahkan anda tidak bisa membayar mereka untuk menonton. Namun anda bisa menawari mereka untuk menonton tayangan yang menghibur dan penting untuk kehidupan mereka.

Hal pertama yang harus anda ingat adalah pernyataan “menghiburlah atau tidak sama sekali” buatlah penonton penasaran dengan film anda. Jika tidak mereka akan meninggalkan anda. Anda hanya perlu sesuatu yang kompeten dan menarik sehingga menggugah penonton.

Berpikirlah seperti seorang penonton, seperti orang yang tidak tahu apa-apa tentang yang akan anda lihat.

Sutradara profesional menghabiskan seluruh waktu mereka memikirkan bagaimana cara menghibur penonton dan anda pun juga harus begitu.

Apa yang menghibur kita?

Cara paling baik mengetahui film atau video yang menghibur adalah dengan menontonnya.

Pilihlah 10 perpaduan film dan video yang bisa anda temukan di internet (youtube atau vimeo). Usahakan ada perpaduan dari film-film para amatir dan profesional, ada beberapa yang memiliki banyak penonton sedangkan yang lainnya memiliki sedikit penonton.

Tontonlah satu persatu dan berhentilah di saat anda ingin berhenti menontonnya.

Sudah berapa detikkah anda menontonnya?

Pada momen apa anda merasa bosan? Kenapa?

Apa yang membosankan dan apa yang menarik buat anda?

Jika anda menonton film tersebut hingga selesai, apa alasannya dan apa yang membuat anda tertarik?

Dengan demikian anda akan mulai berpikir secara sadar mengenai apa yang membuat sebuah film ataupun video yang menghibur. Silahkan anda coba dan terapkan dalam karya-karya film atau video anda.

Salam Sinema

I Wayan Widharma

Filmmaker, Photographer dan Part-time Blogger di Bali. Menjadi fotografer tetap di Jengah Media Production dan Blogger di CSinema.com. Beberapa portofolio saya dapat dilihat di blog atau media sosial saya ini: Profil saya | Facebook | Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *