Sebelum jauh membaca, saya infokan kepada pembaca kalau tulisan di blog ini saya buat berdasarkan pengalaman dan hasil bacaan buku. Jika ada hal yang dirasa kurang pas dan menyimpang, mungkin bisa di infokan lewat kolom komentar di setiap akhir postingan agar nantinya bisa di perbaiki oleh penulis, SuksmaCSinema
Buku Memahami Film edisi 2

Frame

Keterbatasan cara memandang yang sifatnya fatamorgana. Dalam kaitan ini pengganti dari fungsi mata manusia adalah Kamera. Benda ini mempunyai daya tangkap cahaya yang terbatas karena tergantung ukuran lensanya kamera itu sendiri. Besaran daya tangkap lensa kamera itulah yang disebut dengan FRAME dengan kata lain disebut Bingkai.

Frame dibatasi dengan ukuran tertentu misalnya saja ukuran pesawat televisi adalah 3:4. Berapa pun besarnya pesawat televisi tetap saja 3 banding 4 (3:4). Karena bentuknya hampir mendekati bentuk dengan persegi empat. Oleh karena itu dalam pembuatan gambar atau penuangan dalam frame harus diletakkan persis ditengah frame secara simetris.

Ditengah frame tempat sasaran gambar diletakkan/dituangkan disebut dengan Point of Interest (POI). Tetapi dalam stasiun televisi tetangga sebut saja Malaysia, Singapore, Philipina mereka mengatakannya dengan istilah Point Of View (POV).

Suatu gambar dari banyak gambar pada gulungan film yang telah diekspose,  ukuran frame bervariasi sesuai format yang akan diambil gambarnya. Frame menyesuaikan kamera dan lensa sehingga gambar yang akan diambil memiliki batasan yang diinginkan.

Web Hosting Murah Yang Terbaik Di Indonesia

I Wayan Widharma

Filmmaker, Photographer dan Part-time Blogger di Bali. Bekerja di Framing Studio Bali dan menjadi blogger di CSinema.com. Beberapa portofolio saya dapat dilihat pada halaman ini. Profil saya | Facebook | Instagram | YouTube | Google+ | LinkedIn