Sebelum jauh membaca, saya infokan kepada pembaca kalau tulisan di blog ini saya buat berdasarkan pengalaman dan hasil bacaan buku. Jika ada hal yang dirasa kurang pas dan menyimpang, mungkin bisa di infokan lewat kolom komentar di setiap akhir postingan agar nantinya bisa di perbaiki oleh penulis, SuksmaCSinema
Buku Memahami Film edisi 2

Tahapan Produksi Film: Distribusi

Tahapan Produksi Film DistribusiTahapan Produksi Film: Distribusi – Tahap terakhir dari produksi sebuah film adalah distribusi. Jika melihat industri film diluar negeri (mungkin Hollywood atau Bollywood), ada sebuah lembaga atau perusahaan khusus yang bekerja mendistribusikan film-film mereka. Sedangkan di Indonesia sendiri biasanya produser langsung yang melakukan proses distribusi.

Film-film yang sudah selesai bisa didistribusikan dengan menayangkannya ke bioskop, bisa juga ke festival-festival atau bahkan bisa langsung didistribusikan ke konsumen lewat media DVD, Blue-ray atau mungkin platform online.

Beberapa cuplikan film baik berupa trailer maupun poster dan screen shot adegan akan dirilis sebelum tahap distribusi ini. Tujuannya jelas untuk media promosi dan membuat calon penonton merasa tertarik dengan film yang akan di rilis tersebut.

Tidak menutup kemungkinan bagi seorang produser atau distributor untuk merilis materi mentah dari film kepada kalangan pers atau wartawan dengan ditambah dokumentasi dibalik layar untuk memperkuat promosi film tersebut.

Distributor film biasanya merilis film dengan mengadakan launch party, premiere beserta red-carpet, press release, wawancara dengan wartawan, preview bersama pers dan penayangan pada festival film.

Selain itu, dengan media digital online yang sangat maju seperti saat ini, banyak film-film yang membuat promosi lewat websitenya sendiri dan terpisah dengan website rumah produksinya. Bisa juga dengan membuat akun media social seperti Instagram atau Fanspage facebooknya sendiri.

Bahkan untuk film yang skalanya besar, pemain dan juga kru-kru penting (seperti sutradara atau DOP) dikontrak untuk berpartisipasi mempromosikan film tersebut melalui tur.

Mereka diminta untuk hadir di festival atau penayangan perdana, melakukan wawancara oleh stasiun televisi, radio bahkan jurnalis baik media cetak atau media online.

Film-film tertentu mungkin akan melakukan tur lebih dari satu kali untuk memunculkan kembali permintaan pasar terhadap film tersebut selama jangka waktu tayang berlangsung.

Dalam urutan penayangan sebuah film baru biasanya memiliki pola tertentu. Awalnya sebuah film akan ditayangakn di bioskop-bioskop terpilih (atau jika gaungnya sudah terdengar, bisa langsung diputar secara serempak di kota-kota besar atau seluruh bioskop)

Beberapa minggu atau bulan setelah penayangan, barulah film-film dirilis ke segmen pasar baik melalui media DVD atau Blue-ray atau lewat media online dan tv berlangganan. Hak distribusi juga bisa diperjualbelikan dengan distributor luar negeri untuk mencakup pasar internasional yang tentunya distributor luar dan juga dalam negeri akan berbagi keuntungan lewat perjanjian jual beli.

Sedangkan ada juga film-film yang bukan film “formula” diikutkan festival terlebih dahulu sebelum dirilis ke bioskop. Hal ini untuk menambah popularitas sebuah film apabila mendapat nominasi dan bahkan meraih penghargaan dalam sebuah festival. Barulah setelahnya film dirilis sesuai dengan pola urutan seperti diatas.

Berikutlah tahap akhir dari 5 tahapan produksi sebuah film.

Salam Sinema

I Wayan Widharma

Filmmaker, Photographer dan Part-time Blogger di Bali. Bekerja di Framing Studio Bali dan menjadi blogger di CSinema.com. Beberapa portofolio saya dapat dilihat pada halaman ini. Profil saya | Facebook | Instagram | YouTube | Google+ | LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *