Sebelum jauh membaca, saya infokan kepada pembaca kalau tulisan di blog ini saya buat berdasarkan pengalaman dan hasil bacaan buku. Jika ada hal yang dirasa kurang pas dan menyimpang, mungkin bisa di infokan lewat kolom komentar di setiap akhir postingan agar nantinya bisa di perbaiki oleh penulis, SuksmaCSinema
Buku Memahami Film edisi 2

Tahapan Produksi Film

5 Tahapan Produksi FilmTahapan Produksi Film – Memproduksi sebuah film memiliki beberapa tahapan dalam produksinya. Sejak pertama kali belajar produksi, penulis mendapatkan 3 tahapan dalam sebuah produksi yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi.

Namun, dalam sebuah industri, ada 2 tahapan (1 sebelum pra produksi dan 1 lagi setelah tahapan pasca produksi) sehingga terdapat total 5 tahapan produksi film industri yang disampaikan dalam modul workshop penulisan cerita film pendek (tingkat dasar).1 Kelima tahapan tersebut adalah:

  1. Development – (tahap pengembangan) adalah tahapan ketika ide ditemukan dan dikembangakan, saat hak cipta sebuah karya tulis (novel, cerpen) maupun pertunjukan dibeli. Dalam tahap ini juga skenario dibuat dan final serta dana untuk produksi telah diselesaikan.
  2. Pra Produksi – tahapan persiapan untuk syuting seperti pemilihan pemain dan kru, lokasi dan perencanaan waktu syuting.
  3. Produksi – tahap dimana semua materi berupa gambar, suara dan efek-efek visual yang masih mentah direkam pada saat syuting
  4. Pasca Produksi – tahap editing materi-materi ambar, suara dan efek visual yang telah diambil pada tahap produksi hingga menjadi final dan siap di sebarkan.
  5. Distribusi – pendistribusian film final ke festival, bioskop hingga tempat-tempat penayangan diluar arus utama seperti misalnya komunitas.

Jika dibandingkan dengan 3 tahapan produksi “tradisional” yang sempat penulis pelajari (pra produksi, produksi, pasca produksi) memang bisa dibilang bahwa development merupakan pecahan dari pra produksi tradisional. sedangkan distribusi adalah pecahan dari pasca produksi tradisional.

Hal ini menunjukkan bahwa kedua proses tambahan ini diberikan ruang khusus agar perijinan dan permodalan dipersiapkan secara matang. Serta pendistribusiannya memang terdapat tahapannya tersendiri.

Menurut penulis, pemisahan ini berhubungan dengan divisi mana saja yang akan bekerja pada tahapan diatas.

Seperti misalnya tahap development yang hanya terdapat triangle sistem (sutradara, produser, penulis naskah) saja. sedangkan jika pendanaan sudah turun baru mencari director of photography, art director, editor, dan kru-kru lainnya.

Sedangkan pada 3 tahap produksi tradisional masih ada kerancuan, siapa saja yang harusnya bekerja saat pra produksi, apakah sudah harus memilih DoP, art director dll sejak awal atau tidak.

Hanya sekian sekilas tentang 5 tahapan produksi sebuah film dalam bentuk industri. Tahapan ini bisa anda rubah jika memang hanya diperuntukan untuk membuat film independen atau dengan kru minim dan pendanaan milik pribadi. Silahkan baca penjelasan lebih lengkap kelima tahapan diatas pada link yang sudah disediakan.

Salam Sinema

CATATAN

5 tahapan produksi ini adalah pengembangan dari 3 tahapan produksi tradisional yang sudah ada seperti penjelasan penulis sebelumnya. Jika pembaca disini adalah siswa atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan dan di sekolah atau institutnya masing-masing sudah diajarkan 3 tahapan produksi. Maka gunakanlah tahapan produksi tersebut. hal ini untuk meminimalisir nilai tugas atau ujian anda kecil karena dianggap mengada-ada tentang 5 tahapan produksi yang saya sadur dari buku cetakan KemenDikBud PusBang Film Jakarta.1

I Wayan Widharma

Filmmaker, Photographer dan Part-time Blogger di Bali. Bekerja di Framing Studio Bali dan menjadi blogger di CSinema.com. Beberapa portofolio saya dapat dilihat pada halaman ini. Profil saya | Facebook | Instagram | YouTube | Google+ | LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *