Komposisi atau composition berasal dari kata Latin yaitu componere yang berarti “menempatkan secara bersama-sama”.
Dalam seni visual, komposisi adalah menempatkan berbagai elemen visual ke dalam sebuah karya seni sebagai pembeda dari subyek.
Sebenarnya aturan-aturan dalam komposisi ini berasal dari ilmu melukis yang telah ada jauh sebelum lahirnya sinema dan fotografi.
Sedangkan pembuat film dan fotografer meminjam beberapa teknik komposisi pada ilmu melukis dan menerapkannya dalam karya-karya film dan foto.
Dalam sinematografi, komposisi merujuk pada seni pembingkaian gambar, pencahayaan, tata warna dan ruang yang sangat penting dalam komposisi sebuah gambar dan dapat meninggalkan kesan mendalam terhadap khalayak.
Komposisi melahirkan pengaturan tentang apa yang dilihat atau tidak dilihat oleh khalayak penonton serta bagaimana gambar-gambar tersebut disajikan.
Komposisi yang baik dalam sinematografi dapat memperkuat cara pikiran mengatur informasi. Komposisi dan sinematografi memilih dan menekankan beberapa elemen seperti ukuran, bentuk, urutan, dominasi, hierarki, pola, resonansi, dan ketidaksesuaian dengan cara memberi makna pada hal-hal yang difoto.
Terdapat beberapa aturan dasar teknik komposisi yang dapat diterapkan dalam sinematografi dan memberikan dampak besar dalam proses pembuatan film.
1. Rule of Thirds
Komposisi dalam sinematografi yang pertama adalah rule of thirds. Yang dimaksud dengan rule of thirds adalah teknik komposisi yang membagi frame ke dalam 3×3 bagian atau 9 kotak.
Aturan ini mengusulkan bahwa titik awal perkiraan yang berguna untuk setiap pengelompokkan komposisi adalah menempatkan point of interest utama di tempat kejadian pada salah satu dari empat persimpangan garis interior.
Aturan komposisi ini merupakan atuan sederhana yang efektif untuk komposisi frame apapun. Aturan komposisi ini juga telah digunakan oleh seniman selama berabad-abad
2. Headroom
Headroom adalah salah satu konsep komposisi estetika yang membahas posisi vertikal relatif subyek di dalam frame gambar.
Headroom sejatinya mengacu pada jarak antara bagian atas kepala subyek dengan bagian atas frame.
Jumlah headroom yang secara estetika dianggap menyenangkan adalah kuantitas yang dinamis, yang berubah secara relatif terhadap seberapa banyak frame yang diisi oleh subyek
3. Noseroom atau Lookroom
Noseroom atau lookroom atau looking room adalah salah satu konsep komposisi yang cenderung menempatkan aktor di tengah-tengah frame gambar. Noseroom atau lookroom adalah ruang antara subyek dan tepi layar.
Jika sebuah karakter diputar ke samping, seolah-olah pandangannya memiliki bobot visual tertentu. Hasilnya, kita jarang memposisikan kepala di bagian tengah frame dengan tepat, kecuali saat sang aktor kurang lebih melihat melihat langsung ke arah kamera atau menjauh dari kamera.
Umumnya, semakin kepala berpaling ke samping maka semakin banyak noseroom yang diperbolehkan
4. Lead Room atau Lead Space
Yang dimaksud dengan lead room adalah ruang terbuka yang dilihat oleh aktor dalam film dan ruang ini berada di depan atau di hadapan aktor.
Jika aktor sedang melihat frame kiri, maka aktor harus ditempatkan pada frame kanan begitu juga sebaliknya.
Hal ini membuat framing atau pembingkaian menjadi nyaman karena subyek sedang melihat ruang terbuka di depannya
5. Leading Lines
Leading lines pada umumnya adalah garis imajiner yang membentang dari satu obyek ke obyek lain untuk menarik perhatian khalayak dari fokus obyek utama ke obyek sekunder. Leading lines menciptakan adanya pergerakan yang menambah energi gambar
6. Diagonals
Sebagaimana halnya leading lines, diagonal juga menarik perhatian khalayak ke arah yang menciptakan gerakan. Teknik komposisi ini lebih banyak diterapkan dalam fotografi, namun dalam sinematografi teknik komposisi ini juga merupakan cara yang bagus untuk menciptakan kinesis
7. Figure to ground
Komposisi dalam sinematografi selanjutnya adalah figure to ground. Komposisi ini berkaitan erat dengan mata manusia yang cenderung memperhatikan hal-hal yang kontras.
Adanya kontras antara subyek dan latar belakang dapat menciptakan kedalaman dan dapat membantu khalayak untuk mengarahkan subyek ke dalam ruang.
8. Pattern and repetition
Komposisi dalam sinematografi selanjutnya adalah pattern dan repetition. Komposisi ini terkait dengan ketertarikan manusia pada pola. Dengan menggunakan pola dan pengulangan, akan menarik perhatian khalayak kepada gambar.
9. Balance
Keseimbangan visual ataupun kekurangseimbangan visual adalah salah satu bagian penting komposisi dalam sinematografi.
Setiap elemen dalam komposisi visual memiliki bobot visual masing-masing. Elemen-elemen tersebut dapat diatur ke dalam komposisi yang seimbang maupun komposisi yang tidak seimbang.
Bobot visual sebuah obyek utamanya ditentukan oleh ukuran obyek dan dipengaruhi oleh posisi obyek tersebut dalam sebuah frame, warna obyek, serta pergerakan obyek.
10. Frame within a Frame
Terkadang komposisi menuntut sebuah frame yang berbeda dari aspek rasio film. Untuk mengatasinya adalah dengan dengan menggunakan frame within a frame dalam artian menggunakan elemen-elemen framing dalam mengambil gambar.
Frame within a frame sangat berguna bagi film berformat layar lebar dan dapat digunakan tidak hanya untuk mengubah aspek rasio pengambilan gambar tetapi juga untuk memusatkan perhatian pada elemen cerita yang penting.
11. Static Composition
Static composition (komposisi statis) adalah komposisi yang mayoritas menggunakan garis horizontal dan garis vertikal.
Secara teori, garis horizontal dan vertikal bersifat menenangkan.
12. Dynamic Composition
Selain komposisi statis atau static composition, ada pula yang disebut dengan komposisi dinamis atau dinamic composition.
Komposisi dinamis adalah komposisi yang memiliki banyak garis diagonal. Dinamisme atau kegembiraan berasal dari fakta bahwa diagonal agak mengganggu.
13. Deep Space Composition
Deep space composition adalah komposisi visual yang secara total menempatkan informasi atau subyek yang penting pada semua bagian frame dan menciptakan sebuah ilusi kedalaman.
14. Shot Composition
Sebuah komposisi terbagi menjadi tiga bidang yaitu background atau latar belakang, middleground atau latar tengah, dan foreground atau latar depan.
Yang dimaksud dengan latar belakang sebuah komposisi adalah bidang dalam komposisi yang terletak jauh di belakang aktor.
Sedangkan, yang dimaksud dengan latar tengah sebuah komposisi adalah bidang visual yang terletak antara latar belakang dan latar depan.
Terakhir, yang dimaksud dengan latar depan sebuah komposisi adalah bidang visual yang tampak paling dekat dengan actor. Skala komponen ini sering berkorelasi dengan dominasi gambar.
Biasanya, latar depan seringkali paling dominan karena skala obyek gambar yang lebih besar. Namun hal ini tidaklah mutlak karena terdapat berbagai macam faktor lainnya yang dapat mengubah dominasi komposisi.
15. Framing
Framing adalah memposisikan kamera berdasarkan adegan yang diputuskan untuk diambil gambarnya.
Sebuah frame dapat berupa frame statis maupun frame bergerak tergantung pada jenis adegan yang akan diambil gambarnya.
Pahamilah ke 15 dasar dari komposisi ini untuk mengasah kemampuan sinematografi anda. Selain dasar tentang komposisi, ada 4 dasar dari sinematografi lagi yang harus dipelajari seperti Camera angels, Continuity, Cutting dan juga Close-ups.
Salam sinema