Sebelum jauh membaca, saya infokan kepada pembaca kalau tulisan di blog ini saya buat berdasarkan pengalaman dan hasil bacaan buku. Jika ada hal yang dirasa kurang pas dan menyimpang, mungkin bisa di infokan lewat kolom komentar di setiap akhir postingan agar nantinya bisa di perbaiki oleh penulis, SuksmaCSinema

Pengertian Shutter Speed

Shutter SpeedPengertian Shutter Speed – Elemen kedua setelah aperture dalam segitiga fotografi adalah Shutter Speed. Shutter atau rana adalah sebuah tirai di depan sensor kamera. Sedangkan speed artinya cepat/kecepatan. Jadi shutter speed adalah lamanya waktu shutter/ rana pada kamera terbuka atau lamanya sensor pada kamera melihat subjek yang akan di foto.

Shutter speed rendah (lambat) berarti rana akan terbuka lebih lama (cahaya yang masuk lebih banyak). Pengaturan ini biasanya digunakan untuk sengaja menghasilkan efek blur dan menunjukkan pergerakan objek. Sedangkan shutter speed tinggi (cepat) artinya rana terbuka sangat cepat sehingga cahaya yang masuk ke sensor akan lebih sedikit. Biasanya digunakan untuk membekukan gerakan. Semakin cepat objek yang ingin dibekukan, maka makin tinggi juga pengaturan shutter yang dibutuhkan.

Shutter speed dapat diatur dalam satuan detik atau sepersekian detik. Misalnya shutter speed 1/100 artinya shutter akan tertutup pada waktu 1/100 detik atau 0,01 detik. Biasanya, pengaturan shutter speed adalah kelipatan 2 seperti 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Namun kini banyak produsen kamera yang menawarkan pengaturan shutter speed 1/3 stop seperti contohnya 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 dst. Selain itu, kamera DSLR jaman sekarang juga menawarkan pengaturan Bulb mode sehingga penggunanya bisa menahan shutter tetap terbuka selama yang diinginkan.

Pengaturan shutter speed yang aman biasanya adalah 1/60 atau lebih tinggi (1/60 – 1/200). Bisa juga mengatur shutter speed lebih tinggi dari panjang lensa yang kita gunakan. Misalnya jika menggunakan lensa 50mm, maka gunakan shutter speed minimal 1/60 atau jika menggunakan lensa 24mm gunakan minimal shutter speed 1/30. Shutter lebih kecil dari panjang lensa tetap bisa digunakan asal menggunakan bantuan dari tripod jika tidak ingin hasilnya blur.

Penggunaan shutter yang benar dan terkonsep bisa menghasilkan efek foto yang luar biasa. Seperti penggunaan shutter speed lambat untuk membuat efek air seperti kapas pada air terjun atau ombak di pantai. Bisa juga menggunakan shutter speed cepat untuk membekukan gerakan burung yang sedang mengepakkan sayap.

Sekian pengertian tentang shutter speed, apakah ada hal yang ingin ditanyakan terkait pembahasan ini? silahkan gunakan fasilitas komentar dibawah ini.

CSinema

Blog pribadi tentang videografi, fotografi dan film. Mulai dari sharing ilmu, tutorial dan review-review singkat tentang peralatan pendukungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *