Sebelum jauh membaca, saya infokan kepada pembaca kalau tulisan di blog ini saya buat berdasarkan pengalaman dan hasil bacaan buku. Jika ada hal yang dirasa kurang pas dan menyimpang, mungkin bisa di infokan lewat kolom komentar di setiap akhir postingan agar nantinya bisa di perbaiki oleh penulis, SuksmaCSinema

4 Tips Membuat Sebuah Cerita

membuat-sebuah-cerita4 Tips Membuat Sebuah Cerita – Sebagai seorang pembuat film, ide itu adalah awal, baru dilanjutkan dengan menulis sebuah cerita berdasarkan ide tersebut.

Banyak orang diluar sana (termasuk saya) masih bingung bagaimana caranya membuat sebuah cerita.

Hingga saya menemukan beberapa artikel dan juga video-video yang membahas tentang mengembangkan sebuah ide sehingga bisa menjadi cerita yang menarik.

Untuk itu, saya berusaha membuat dan membagikan apa yang sudah saya pelajari tersebut.

Setidaknya ada 4 point yang akan kita bahas dalam membuat sebuah cerita.

1. Mengikuti Dasar Cerita

Cerita itu merupakan sarana untuk menyampaikan pesan.

Biasanya seorang penulis menyisipkan pesan yang bisa didapat oleh pembacanya (atau penonton jika dalam sebuah film).

Pesan ini terkadang disisipkan di alur ceritanya, atau bisa juga ditulis belakangan seperti halnya sebuah kesimpulan dari cerita tersebut.

Tetapi, kebanyakan penulis akan merasa lebih profesional dan berpikir sudah berkembang jika bisa menyisipkan pesan dari sebuah cerita pada alurnya.

Sebenarnya dasar dari sebuah cerita itu hanyalah 3, yaitu (Subjek, Tujuan, Halangan).

Pernyataan ini saya kutip dari vlog raditya dika saat dia membuat sebuah naskah.

Hanya sesimpel itu?

Sebenarnya tidak, tetapi dasar itu rata-rata ada di semua cerita. Baik itu cerita di novel, cerpen, film dll.

Kalian pastinya tahu sebuah kartu yang sudah ada sejak dulu. Tom and Jerry.

tom-and-jarry

Apakah kalian menyadari kartun ini menggunakan konsep dari dasar cerita diatas?

Subjek: Tom si kucing yang mempunyai Tujuan: Menangkap Jerry si tikus untuk dijadikan makanannya. Tetapi setiap kali dia ingin menangkap jerry selalu saja ada Halangan seperti terkena perangkap tikusnya sendiri, dirinya (Tom) malah dikejar-kejar oleh anjing dan masih banyak lagi.

Simpel, tetapi kita tetap menikmati ceritanya.

Jadi, jika kita ingin membuat sebuah cerita yang menarik dan enak untuk dibaca atau ditonton.

Ada baiknya kita menggunakan dasar diatas sebagai landasan kita membuat sebuah cerita.

Nah, untuk lebih lengkapnya, mari kita bahas satu persatu dasar cerita diatas.

Subjek

Ini bisa kita gambarkan seorang tokoh utama, dimana dia menjadi pusat perhatian atau pengarah dalam cerita ini.

Tujuan

Dapat merujuk pada tujuan dari subjek/ tokoh utama.

Tujuan ini bisa kita jelaskan dari awal cerita, atau bahkan bisa kita jelaskan pada pertengahan cerita.

Halangan

Halangan ini bisa datang dari dalam diri subjek (misalnya perasaan putus asa, tidak percaya diri, dll) atau bisa juga datang dari luar (misalnya terjadi gempa bumi, serangan alien, macet, dll)

Dalam praktiknya, kita tidak harus mengurutkannya seperti point diatas (subjek, tujuan, halangan).

Sebuah cerita yang menarik harus bisa kita olah sendiri apakah akan menunjukkan masalah terlebih dahulu baru tujuan (subjek, masalah, tujuan) atau mungkin subjeknya yang kita tempatkan di tengah-tengah (masalah, subjek, tujuan).

Ini tergantung dari kreatifitas seorang penulis. Tetapi jika anda seorang penulis pemula seperti halnya saya.

Anda (dan juga saya) bisa mencoba menggunakan urutan standarnya sebelum berlanjut ke cerita dasar yang acak.

Intinya apapun urutan yang kalian pilih, seorang penulis pastinya ingin ceritanya menarik untuk dibaca.

2. Buat Cerita yang Paling Beda

Sejak dulu sudah ada berbagai macam cerita di dunia ini.

Dari yang hayalan sekali seperti Star Wars (walaupun saat ini beberapa manusia sudah bisa pergi keluar angkasa), Avatar (ini yang versi hollywood) dimana manusia menjajah planet lain untuk kepentingannya sendiri.

star-wars-avatar

Hingga cerita-cerita yang hanya tentang kehidupan sehari-hari remaja di ibu kota.

Hanya saja jika anda ingin membuat sebuah cerita yang benar-benar beda. Anda mungkin harus berusaha mulai menghayal sekali-sekali.

Karena hanya dengan menghayal anda bisa mendapatkan sebuah cerita yang berbeda.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan ide cerita yang benar-benar berbeda.

Perhatikan Sekitar Anda

Mulailah memperhatikan hujan, daun, air yang menetes di keran air anda, hingga semut yang anda lap dengan tisu karena berusaha memungut remah-remah roti yang tadinya anda makan.

Itu semua adalah sebuah ide yang luar biasa berbeda dan anda bisa mengeksekusinya menjadi sebuah cerpen tentang semut, atau mungkin sebuah film animasi, dll.

Lihat Sebuah Foto

Anda mempunyai foto lama di album anda, anda melihat sebuah foto tentang pengemis di instagram anda, anda melihat sebuah foto kucing lucu di halaman facebook anda.

Itu semua adalah sumber ide inspiratif anda.

Sekarang tinggal hayalan anda sendiri yang akan mengantarkan ide itu kemana.

Apakah anda membuatnya menjadi cerita yang biasa saja, atau malah menjadi cerita yang belum terpikirkan oleh orang-orang diluar sana.

3. Bisa Berdasarkan Kegelisahan Diri Sendiri

Jika misalkan anda memiliki cerita tentang kehidupan anda yang menyedihkan, menyenangkan atau bahkan sangat menginspiratif orang-orang. Ceritakanlah kehidupan anda itu.

Anda bisa membuatnya menjadi sebuah cerpen.

Pastinya anda tahu Raditya Dika. Orang yang saat ini sudah menerbitkan beberapa buku dengan judul-judul binatangnya.

Dimana dalam buku (novel) tersebut bisa dikatakan adalah cerita cinta yang sangat buruk tetapi sangat menghibur kita.

Mungkin juga karena kita pernah mengalami cerita-cerita cinta yang buruk seperti itu. Sehingga kita merasa senasib dengan tokoh utamanya.

Cerita-cerita itu malahan sukses masuk ke pasarnya yang kebanyakan remaja. Bahkan sampai sekarang novel-novel tersebut dibuatkan film.

Selain kehidupan sehari-hari anda, anda mungkin bisa mulai menceritakan kisah cinta anda, bisa juga tentang isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan, bahkan bisa tentang kebijakan-kebijakan pemerintah.

Satu pesan dari raditya dika, jika anda memikirkan sebuah ide yang menurut anda sangat menarik dan bagus, maka segeralah eksekusi.

Karena ada banyak orang diluar sana yang juga memikirkan ide yang sama seperti yang anda pikirkan.

Jadi, jangan kaget jika tiba-tiba ada cerita yang sama dengan yang anda pikirkan, padahal anda tidak pernah menceritakan ide tersebut kepada orang lain.

4. 10 Detik Pertama yang Memikat

Jika anda penulis cerita buku, ceritakan dengan jelas lewat sinopsis atau di paragraf pertama tentang apa buku atau cerita ini.

Buatlah semenarik mungkin dan jangan membohongi.

Karena sekali pembaca dibohongi, selanjutnya mereka tidak akan mau membaca karya anda lagi.

Jika anda pembuat film. Kumpulkanlah momen-monen yang mencerminkan tentang film anda di depan. Ini akan membantu penonton anda terjaga dan tidak meninggalkan film anda sebelum kredit title film tersebut keluar.

Dan yang terpenting jangan berbohong!

Baik itu buku, novel, cerpen dan juga film. Pembaca ingin membayangkan apa yang mereka baca pertama dan penonton ingin menonton apa yang mereka lihat pada teaser film anda.

Jangan sampai membuat pembuka hanya dengan maksud menjaring banyak orang tetapi di pertengahan orang-orang itu sadar dan berhenti melanjutkan kisah dari cerita anda.

Jika anda berniat profesional di bidang ini, artinya anda harus tidak berbohong kepada pembaca atau penonton film anda.

Tambahan

Jika misalkan anda tidak bisa membuat sebuah cerita baru, anda mungkin bisa mengolah cerita dasar yang sudah ada sehingga menjadi cerita baru dengan sudut pandang yang berbeda.

Contoh:

Ada yang pernah menonton film animasi Pocahontas keluaran tahun 1995?

Adakah yang sadar bahwa film tersebut “dibuat ulang” pada tahun 2009 dengan judul dan sudut pandang penceritaan yang berbeda?

AVATAR adalah film yang memiliki dasar cerita sama dengan Pocahontas.

Dimana Subjek adalah pendatang yang bertemu dan cinta dengan salah satu penduduk lokal. Tetapi memiliki Masalah karena pihak pendatang berencana mengambil kekayaan dari penduduk lokal. Hingga akhirnya Subjek memilih untuk berjuang dengan penduduk lokal (tujuan).

pocahontas-avatar

Anda juga bisa membuat sebuah cerita dari cerita yang sudah ada. Tetapi dengan sudut pandang yang berbeda tentunya.

Sehingga cerita itu tidak seperti dijiplak / mirip seperti sinetron-sinetron di televisi saat ini.

Oke, sekian yang bisa saya bagikan kepada pembaca. Semoga bisa membantu teman-teman disini dalam membuat sebuah cerita.

Jika ada pertanyaan bisa menggunakan fasilitas komentar dibawah ini.

Salam Sinema

I Wayan Widharma

Filmmaker, Photographer dan Part-time Blogger di Bali. Bekerja di Framing Studio Bali dan menjadi blogger di CSinema.com. Beberapa portofolio saya dapat dilihat pada halaman ini. Profil saya | Facebook | Instagram | YouTube | Google+ | LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *