Sebelum jauh membaca, saya infokan kepada pembaca kalau tulisan di blog ini saya buat berdasarkan pengalaman dan hasil bacaan buku. Jika ada hal yang dirasa kurang pas dan menyimpang, mungkin bisa di infokan lewat kolom komentar di setiap akhir postingan agar nantinya bisa di perbaiki oleh penulis, SuksmaCSinema

Tahapan Produksi Film: Pra Produksi

Tahapan Produksi Film Pra ProduksiTahapan Produksi Film: Pra Produksi – Tahapan pra produksi adalah tahapan dimana semua persiapan benar-benar di desain dan dipersiapkan dengan sangat matang. Konsep film akan dibayangkan dan divisualkan oleh sang sutradara sehingga dalam bayangan tersebut bisa dibuatkan storyboard dibantu oleh seorang illustrator atau storyboard artist.

Anggaran produksi akan dibuat untuk memperkirakan berapa biaya yang akan digunakan untuk produksi film tersebut. Jika produksinya berbentuk besar, maka akan diperhitungkan juga asuransi sebagai bentuk antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dalam tahapan ini juga sudah mulai dipekerjakan kru-kru di beberapa departemen untuk membantu proses persiapan sebelum produksi. Kru-kru yang dipekerjakan akan disesuaikan dengan kebutuhan cerita dan juga berapa besar biaya produksi yang bisa disiapkan. Seperti halnya film-film produksi Hollywood yang mana mempekerjakan ratusan kru dan juga pemain.

Namun jika film yang akan dibuat masih berskala kecil atau indie (independen) yang mana memiliki anggaran produksi rendah, maka memiliki delapan kru saja (atau bahkan kurang) sangat memungkinkan untuk dilakukan untuk menghemat biaya produksi.

Departemen Pada Tahap Pra Produksi

Beberapa departemen dan kru yang bekerja dalam tahap ini adalah:

Produksi

Departemen produksi dikepalai oleh seorang produser yang akan membawahi beberapa departemen lain diantaranya:

Manajer Produksi – Manager Production (ManPro)

Mengelola anggaran dan juga jadwal produksi. Manajer produksi juga bisa memberikan laporan (atas nama produser, perusahaan atau rumah produksi) kepada para eksekutif produser dan pemodal produksi.

Manajer Lokasi – Manager Location (ManLoc)

Tugasnya menemukan dan mengelola lokasi-lokasi syuting. Lokasi ini bisa indoor atau di dalam sebuah studio dengan lingkungan yang bisa dikontrol atau bisa juga outdoor seperti misalnya pasar, gunung, laut dll.

Sutradara – Director

Memiliki tanggung jawab besar terhadap penceritaan dan keputusan-keputusan kreatif serta kualitas akting pemain dalam film.

Sutradara sendiri mengepalai beberapa departemen lainnya untuk memudahkan pekerjaan dalam mendirect sebuah film. Diantaranya adalah:

Storyboard Artist

Dimana tugasnya adalah membuat gambar-gambar per shot yang nantinya gambar tersebut akan membantu sutradara, desainer produksi serta director of photography mengkomunikasikan ide-ide mereka kepada kru atau tim dibawahnya.

Asisten Sutradara (Astrada) – Ass. Director

Sebenarnya astrada sendiri bisa berada dibawah tanggung jawab Produser (dibawah manager produksi), bisa juga dibawah tanggung jawab sutradara. Hal ini karena ada astrada yang memiliki job description untuk mengelola jadwal syuting, keperluan logistik dan produksi.

Namun, ada juga astrada yang menjadi perpanjangan tangan sutradara untuk melatih pemain mempelajari naskah dan cara berakting sebelum hari syuting dimulai.

Jumlah astrada pun berbeda-beda disetiap produksi. Masing-masing astrada memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda disesuaikan dengan pembagian tugasnya secara khusus.

Casting Director

Tugasnya adalah menemukan aktor yang tepat untuk mengisi peran-peran dalam skenario yang sudah dibuat. Untuk mendapatkan actor-aktor tersebut, biasanya diadakan proses audisi atau casting baik untuk umum atau untuk artis-artis yang dirasa cocok memerankan karakter tersebut.

Koreografer

Membuat dan mengkoorinasikan gerak dan tari (untuk film musikal) dari karakter dalam skenario. Bisa juga terdapat koreografer laga (fight choreographer) untuk film-film action. Pergerakan pemain ini tentunya harus sesuai dengan visi sang sutradara.

Artistik – Art Departement

Desainer Produksi

Bersama-sama dengan divisi penata artistik untuk menciptakan konsep visual dari film yang mana konsep visualnya harus sesuai dengan visi atau arahan dari sutradara.

Penata Artistik

Mengelola departemen artistik dalam membangun atau menata sebuah set sesuai dengan hasil diskusi dengan desainer produksi.

Desainer Kostum (Wardrobe)

Tugasnya adalah membuat dan mengelola pakaian untuk semua karakter dalam film.

Penata Make Up dan Rambut

Bekerjasama dengan desainer kostum untuk menciptakan tampilan tertentu terhadap karakter dalam film. Departemen ini juga yang membawahi make up character jika ada karakter yang membutuhkan make up dengan effect khusus seperti menambahkan luka, darah, dll.

Director of Photography (DoP/DP)

Seorang kepala departemen yang memimpin dan menjaga kualitas fotografi dari keseluruhan film. Termasuk kualitas gambar, pencahayaan dan juga pergerakan kamera.

Sound Designer

Bertugas menciptakan konsep aural (semua hal yang bersangkutan dengan indra pendengaran) dalam film. Beberapa produksi menyebut sound designer dengan sebutan Director of Audiography.

Setidaknya itulah departemen-departemen yang bekerja membuatkan konsep dan desain sebelum akhirnya konsep dan desain itu digunakan pada tahap produksi atau syuting di lapangan.

Salam Sinema

I Wayan Widharma

Filmmaker, Photographer dan Part-time Blogger di Bali. Menjadi fotografer tetap di Jengah Media Production dan Blogger di CSinema.com. Beberapa portofolio saya dapat dilihat di blog atau media sosial saya ini: Profil saya | Facebook | Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *